Tampilkan postingan dengan label Panduan Singkat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Panduan Singkat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Desember 2018

Panduan Singkat BUDIDAYA SAWI PAHIT

Panduan Singkat BUDIDAYA SAWI PAHIT



LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA SAWI PAHIT

1. PENYEMAIAN BENIH
- Kebutuhan benih 2-3 Kg/ha
- Membuat tempat persemaian berupa bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 15-20 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan benih.
- Taburkan pupuk kandang yang sudah matang pada bedengan persemaian sekitar 2 kg/m2.
- Aduk merata pupuk kandang ke dalam tanah sambil menggemburkan permukaan bedengan. 
- Buat alur penanaman melintang di bedengan, dengan jarak antara alur 8-10 cm dan kedalaman alur sekitar 1 cm.
- Tebar benih dengan kerapatan sekitar 5 benih per 1 cm panjang alur.
- Tutup alur pesemaian dengan media bedengan setebal 0,5 cm.
- Tutup permukaan bedengan dengan menggunakan karung goni atau daun pisang sekitar 2-3 hari sampai benih berkecambah.

2. PEMELIHARAAN PERSEMAIAN
- Siram persemaian secara rutin untuk menjaga kelembaban media.
- Pada umur 15 hari, siram persemaian dengan larutan Agrobost dengan dosis 1 ml per liter air.
- Untuk mencegah penyakit dumping off, lakukan penyemprotan dengan fungisida Benlete dengan dosis 1 g/l air.

3. PERSIAPAN LAHAN
- Bersihkan lahan dari gulma dan tanaman sebelumnya.
- Lakukan pengapuran dolomite minimal 1 to/ha, jika pH kurang dari 5,0.
- Buat bedengan sederhana terlebih dahulu dengan ukuran sebagai berikut:
Lebar bedengan          : 100-120 cm
Lebar selokan/parit      : 40-50 cm
Tinggi bedengan         : 18-20 cm
- Lakukan pemupukan dasar dengan dosis standar, sebagai berikut:
 
  (Tabel kebutuhan Pupuk Pada Sawi Pahit)

- Tebar pupuk kandang, selanjutnya aduk-aduk ke dalam tanah sambil menggemburkan bedengan.
- Campur ke tiga jenis pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) menjadi satu dan tebarkan secara merata di bedengan.
- Sempurnakan bedengan dengan mengaduk-aduk tanah agar tercampur semua pupuk dengan merata.

4. PENANAMAN
- Bibit siap ditanam setelah berdaun sejati 2-4 helai (umur 18-20 hss).
- Siram bibit di pesemaian agar basah untuk memudahkan pencabutan bibit beserta perakarannya.
- Pastikan sebelum penanaman kondisi tanah bedengan dalam keadaan basah, bukan becek.
- Tanam bibit dengan jarak 20x20 cm. Setiap lubang hanya diisi satu bibit saja.
- Lakukan penyiraman untuk membuat tanaman tidak terkena layu akibat kekeringan.

5. PEMELIHARAAN TANAMAN
- Penyulaman dilakukan sekitar 5-7 hst untuk tanaman yang bermnasalah (mati).
- Pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman berumur 10-15 hst. Pupuk yang digunakan adalah urea 200 kg/ha dan KCl 75 kg/ha. Campur kedua pupuk tersebut lalu aplikasikan dengan cara dialurkan diantara tanaman (jarak sekitar 10 cm).

6. SANITASI KEBUN
Lakukan penyiangan rumput/gulma disekitar tanaman termasuk di selokan.

7. PENGAIRAN
Lakukan penyiraman dengan teratur setiap hari, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman biasanya dilakukan dengan menggunakan gambor untuk menciptakan curahan air yang halus sehingga tanaman tidak mudah rebah.

8. HAMA PENTING PADA SAWI PAHIT
- Ulat Tanah (Agrotis sp)
Pencegahan bisa dilakukan dengan sanitasi kebun di semua areal tanaman. Dapat juga diberikan : insektisida Furadan 3G dan Curater 3G.

- Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala : daun berlubang terutama daun muda.

- Pemberian insektisida antara lain: Buldok 25 EC, Decis 2,5 EC dan Proclaim 5 SG.

9. PENYAKIT PENTING PADA SAWI PAHIT
 - Penyakit Busuk Daun (Phytopthora sp)
Gejala : bercak basah cokelat kehitaman pada daun. Bentuk bercak tidak beraturan awalnya kecil lalu melebar. Umumnya terjadi pada musim penghujan dimana kelembaban udara terlalu tinggi.

Pencegahan : dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam yang agak renggang pada musim hujan (25x25 cm). Fungisida : Topsin M 70 Wp dan Bion M WP.

- Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassicae)
Penyakit ini menyerang perakaran tanaman. Gejalanya : tampak layu pada siang hari, namun sebelumnya pada pagi hari tanaman tampak segar. Jika dicabut tampak benjolan-benjolan pada akar tanaman.

Pencegahan : dapat dilakukan dengan rotasi tanaman yang bukan family brassica

10. PEMANENAN
- Panen dapat dilakukan pada umur 25-30 hst.
- Keringkan dengan cara diangin-anginkan sebelum diikat supaya batang tidak mudah patah.

9. Biaya Dan Populasi Per Hektar
Estimasi Biaya Penanaman Sawi Pahit = Rp 20.000.000 Per Hektar
Jumlah Populasi Tanaman Sawi Pahit = 160.000 Pokok Per Hektar
Panduan Singkat BUDIDAYA GAMBAS /OYONG

Panduan Singkat BUDIDAYA GAMBAS /OYONG

LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA GAMBAS /OYONG

1. Persiapan Lahan
 Lahan dibersihkan dari gulma atau rumput liar kemudian digemburkan dengan cara dibajak atau dicakul. Buat bedengan dengan lebar 80 ¨C 100 cm, tinggi dan panjang bedengan disesuaikan dengan kondisi lahan.Jika budidaya dilakukan pada lahan sawah, sebaiknya bedengan dibuat agak tinggi agar air hujan tidak tergenang dan merendam akar tanaman. oyong tidak menyukai tanah yang terlalu basah dan genangan air. Jarak antar bedengan yang direkomendasikan  adalah 2 ¨C 2,5meter. Jika pH tanah dibawah 5,5 sebaikanya di dilakukan penaburan dolomit atau kapurpertanian. Dolomit  ditabur 7 ¨C 10 hari sebelum pemberian pupuk dasar, dan biarkan tersiram air hujan terlebih dahulu.

2. Pemberian pupuk dasar 
Pupuk dasar untuk tanaman oyong  antara lain :Pupuk kandang kompos,TSP,KCL dan ZA perbandingan  2 : 1 : 1. Pupuk dasar ditaburkanmerata diatas bedengan,kemudian diaduk hingga rata dengan tanah atau di tutup dengan tanah. Biarkan selama 7-10 hari dan biarkan tersiram air hujan sebelum pemasangan mulsa.

3. Proses Tanam
Siapkan lubang tanam sedalam 0,5 cm dan masukan 1-2 benih per lubang tanam. Lalu tutup dengan tanah.  Siram dengan air. Biarkan benih tumbuh, pisahkan jika kedua benih tumbuh normal sehingga satu tanaman per lubang tanam.

4. Pemasangan lanjaran atau para-para oyong
Oyong merupakan tanaman merambat yang memiliki banyak cabang dan tunas. Batang oyong bisa tumbuh mencapai 3 ¨C4 meter. Agar bisa berproduksi dengan maksimal, tanaman oyong membutuhkan rambatan/lanjaran/para-para yang luas agar cabang dan tunas tidak saling bertumpuk.

5. Pemeliharaan dan perawatan
a. Lakukan pengontrolan satu minggu setelah tanam, segera sulam/sisip tanaman oyong jika ada yang tidak tumbuh.
b. Tanaman oyong akan tumbuh bila ketersedian air cukup, lakukan penyiraman sesuai kebutuhan.
c. Penyiangan, yaitu pengendalian gulma atau rumput yang mengganggu tanaman terutama pada saat awal pertumbuhan.

6. Pupuk susulan
 Jenis Pupuk Dosis per tananaman :
 
(Tabel kebutuhan Pupuk Pada Gambas/Oyong)

7. Pengendalian Hama dan Penyakit
Untuk pengendalian hama  bisa menggunakan insektisida yang aman. Untuk pengendalian penyakit disesuaikan dengan jenis penyakitnya dan bahan aktifnya.

- Pengendalian embun bulu :  Dapat diatasi dengan fungisida Berbahan Aktif Metalaksil,PropamokarbHcl,Propineb,Fluopikolid,Azoxistrobin,Mankozeb,Simoksanil,Tebukonazol

- Penyakit Embun Tepung :  Dapat  diatasi dengan fungisida Berbahan Aktif Metil Tiofanat,Tridemorf, Belerang, Dinikonazol, Bupirimat

8. Proses Panen
Tanaman oyong sudah siap dipanen pada saat tanaman ini sudah berumur 33 ¨C 35 HST (hari Setelah Tanam). Ciri dari buah Oyong yang sudah siap panen adalah ukuran yang besar, tidak berserat, belum terlalu tua dan mudah dipatahkan. Saat dikemas pastikan pengemasan dilakukan dengan baik dan hati-hati karena jenis buah ini sangat rentan rusak.Suhu antara 16 sampai dengan 20 adalah suhu yang ideal untuk penyimpanan buahOyong setelah panen.

9. Biaya Dan Populasi Per Hektar
Estimasi Biaya Penanaman Gambas/oyong = Rp 40.000.000 Per Hektar
Jumlah Populasi Tanaman Gambas/oyong = 14.000 Batang Per Hektar
Panduan Singkat BUDIDAYA CABAI KERITING

Panduan Singkat BUDIDAYA CABAI KERITING


LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA CABAI KERITING

1. Pengolahan Lahan
- Pengolahan lahan dilakukan tiga sampai empat minggu sebelum tanam yaitu dengan membajak, membalikkan atau mencangkul tanah. Tujuan dari pengolahan lahan yaitu untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, mendekomposisikan gulma, dan mempermudah membentuk bedengan. Satu minggu kemudian dilakukan pembuatan bedengan sementara, yaitu dengan membentuk bedengan berukuran Lebar 120 cm, tinggi bedengan 40 cm, lebar parit antar bedengan 50 cm. Di atas bedengan disebar pupuk dasar berupa pupuk kandang 5 kg m2 , SP-36 7.5 g/tanaman, KCl 5 g/tanaman, dan ZA 26 g/tanaman, Dolomit 17.5 g/tanaman. Pupuk diaduk dengan tanah secara merata dan bedengan dirapihkan, kemudian bedengan ditutup dengan mulsa plastik. Dua hari sebelum tanam dibuat lubang tanam dengan jarak 50 cm x 60 cm.

2. Persemaian
- Benih disemai dalam polibeg semai dengan perbandingan media 1:1, satu bagian tanah, satu bagian pupuk kandang. Untuk benih cabai penyemaian 18 hari.
- Media semai yang digunakan adalah campuran tanah dan kompos dengan perbandingan 1:2, satu bagian tanah dan dua bagian kompos.

3. Penanaman
- Benih yang sudah menjadi bibit (sudah mempunyai daun 5 helai) kemudian ditanam, satu lubang tanam satu tanaman.
- Penanaman sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, agar tanaman muda tidak mati karena kepanasan.
- Pada saat penanaman juga ditancapkan turus atau ajir, agar tidak merusak perakaran tanaman apabila ditancapkan saat tanaman sudah lebih besar.
- Tanaman disiram setelah penanaman.

4. Pemeliharaan
- Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
- Pemupukan susulan, dilakukan setiap 2 minggu, dengan cara menaburkan pupuk NPK disekitar tanaman, kemudian disiram.
    (Tabel dosis pemupukan)
- Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila sudah dianggap merugikan secara ekonomi
- Hama yang sering menyerang adalah thrips, aphids, ulat grayak, dan kutu daun. Penyakit yang sering menyerang adalah antraknosa, layu bakteri, busuk phytopthora, dan virus.
- Tanaman yang sudah tinggi, diikat dengan menggunakan tali pada turus, agar tidak roboh

5. Pemanenan
- Panen dilakukan setelah buah sudah masak dan berwarna merah, panen dimulai 90 hari setelah tanam.
Panduan Singkat BUDIDAYA KANGKUNG

Panduan Singkat BUDIDAYA KANGKUNG


LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA KANGKUNG

1. PENGOLAHAN LAHAN
- Lahan dioalah menggunakan cangkul atau traktor.
- Setelah diolah, lalu dibuat bedengan.
- Ukuran bedengan lebar 150 cm, tinggi 20 ¨C 30 cm, Jarak antar bedengan 40 ¨C 50 cm.
- Bedengan digemburkan menggunakan cangkul.

2. PENANAMAN
- Benih di tanam 2-3 benih per lubang  tanam.
- Setelah penanaman benih disiram untuk mempermudah pertumbuhan.
- Kemudian bedengan ditaburi   Furadan/Sevin untuk menghindari semut/ ulat tanah.

3. PEMELIHARAAN
- Penyiangan dilakukan 1 kali atau tergantung kondisi lahan (pertumbuhan gulma).
- Penyiraman secara rutin 1 - 2 kali sehari.
- Pengendalian HPT dilakukan bila tanaman terserang hama dan penyakit tanaman.
  
4. PEMUPUKAN
- Cara Tabur
a. Pemupukan I : umur 10 Hst  dgn Urea (ditabur) 1kg/guludan (1,5x18 m).
b. Pemupukan  II : umur 15 Hst dgn Urea + Phonska (2:1) (ditabur) 1kg /gulud  untuk Guludan 1,5 mtr x 18 m  Lalu tanaman disiram.

- Cara Dikocor
a. Dosis yang digunakan urea 500 gr dicampurkan dengan air 50 liter.
b. Pupuk yang sudah dicampur merata dengan air disiram langsung ke tanaman yang ada di bedengan, Pemukan dilakukan 2 x.

5. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT
- Hama
Hama ulat perusak daun, gejalanya daun yang masih muda dirusaknya dengan cara memakannya.

Pengendalian Secara kimia dengan menggunakan  Insektisida berbahan aktif  Profenofos  seperti Curacron  dengan dosis 10 ml/15 liter air.
Pengendalian Secara Mekanis dengan cara mengumpulkan hama  tersebut dan dimusnahkan.

- Penyakit
a. Penyakit  Embun Tepung
Gejalanya pada Daun terdapat bercak kuning  dan bertepung. Serangan banyak dijumpai pada saat  musim penghujan/kelembaban tinggi. Dikendalikan secara kimia dengan menggunakan Fungisida seperti  Dithane 10-20 gr/15ml air; Antracol dosis 15 gr / 15 liter. Pengendalian secara mekanik dengan cara pembuatan drainase yang baik agar  tanaman tidak terendam air

b. Penyakit Bercak Daun
Gejalanya daun berwarna kecoklatan sampai kehitaman. Serangan banyak dijumpai saat musim hujan / kelembaban tinggi. Pengendalian secara kimia dengan menggunakan  fungisida seperti Dithane dosis 10-20gr/15 ltr air; Antracol dosis 15 gr / 15 liter

6. PANEN DAN PASCA PANEN
- Kriteria tanaman siap panen yaitu tanaman telah berumur 20-25 hari  setelah tanam.
- Cara melakukan pemanenan yaitu dengan cara dicabut batangdan akarnya.
- Perlakuan setelah panen yaitu tanaman di ikat, dicuci dan dibersihkan dari   tanah    dan daun-daun yang terlihat lebih tua atau yang rusak. Ikatan  kecil 20 batang dan ikatan besar 50 batang.

Kamis, 06 Desember 2018

Menanam TOMAT SECARA SINGKAT

Menanam TOMAT SECARA SINGKAT


PEMELIHARAAN TANAMAN
Tanah dibajak kemudian disisir. Pengolahan tanah kedua dilakukan dengan membuat bedengan sementara dengan Lebar 110 cm, jarak antar bedengan minimal 50 cm.
Pupuk kandang dan kapur pertanian dìtabur di atas permukaan tanah dua minggu sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luasan bedengan 25 m2:
- Pupuk kandang ayam : 100 kg
- Kapur pertanian : 10 kg
Pupuk dasar berupa NPK, ZA, Superphos dan KCl dengan perbandingan 5 : 2 : 4 : 5. Tambahkan 20 kg Karbofuran kedalam 800 kg campuran pupuk dasar. Campuran pupuk dasar diberikan sepuluh hari sebelum tanam dengan kebutuhan untuk luas bedengan 25 m2 (± 84 populasi) sebanyak 10 kg campuran pupuk diatas. Setelah itu bedengan langsung ditutup mulsa.

PERSIAPAN LAHAN
Penggunaan mulsa plastik warna hitam untuk lapisan bawah dan warna perak untuk lapisan atas sangat diperlukan untuk penanaman tomat pada musim hujan. Salah satu keuntungannya adalah memantulkan sinar ultraviolet ke permukaan bawah daun yang banyak dihuni oleh hama Aphid, Thrips, tungau, ulat, dan cendawan.

Pemasangan mulsa plastik ini sebaiknya dilakukan pada siang han sewaktu matahari šedang terik-teriknya sehingga mulsa plastik dapat ditarik dan dikembangkan secara maksimal.

PEMBIBITAN
Untuk benih yang sudah dicoating bisa langsung disemai pada pot tray atau mini polybag dengan diameter 5 cm, bisa dibuat dan plastik es yang dipotong-potong atau daun pisang dengan media semai berupa tanah kering dan
pupuk kandang dengan perbandingan 3: 1.

Untuk benih yang belum dicoating sebelum disemat benih direndam dengan air yang dicampur furigisida 1,5 mI/I dan bakterisida I - 1 ,5 g/l atau dengan air hangat kuku (35 °C -

40 °C) selama ½ jam Setelah direndam benih kemudian ditiriskan kemudian disemai pada media semai.

PENANAMAN
Bibit yang dipilih adalah yang sehat berumur 14 - 17 hari setelah semai Sebelumnya bibit disiram agar tanah tetap utuh saat pindah tanam. Waktu penanaman sore hari dengancara melepaskan bibit dari polybag dan usahakan tanahnya tetap utuh. Jarak tanam dalam barisan 50 cm dan antar barisan 60 - 70 cm. Sistem penanaman dapat segi empat atau segitiga.

PEMUPUKAN SUSULAN
Pupuk susulan diberikan dengan sistem kocor, dengan dosis 1 ember (13 L) air untuk 50 tanaman ditunjukkan pada tabel

           Umur
PUPUK (GRAM)
N-P-K
16-16-16
KNO3 Merah
KNO3 Putih
Total
10 HST
215
85

300
20 HST
250
100

350
30 HST
280
110

390
40 HST
200

200
400
50 HST
220

210
430
Larutan pupuk disiramkan 1 gelas (± 240 ml) pada tiap tanamun.

Pemenuhan unsur hara makro sekunder seperti Kalsium (Ca) bagi tanaman tomat penting dilakukan untuk memacu daya tumbuh serbuk sari bunga sehingga terjadi penyerbukan dengan diikuti pembuahan yang sempurna untuk mengatasi masalah rontok buah dan bisa menghasilkan daging buah dengan tekstur yang baik, serta meningkatkan ketahanan simpan buah.
Panduan Singkat BUDIDAYA CABAI RAWIT

Panduan Singkat BUDIDAYA CABAI RAWIT

LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA CABAI RAWIT

1. Pengolahan lahan
- Pengolahan lahan dilakukan tiga sampai empat minggu sebelum tanam yaitu dengan membajak, membalikkan atau mencangkul tanah. Tujuan dan pengolahan lahan yaitu untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki aerasi tanah, mendekomposisikan gulma, dan mempermudah membentuk bedengan. 
- Satu minggu kemudian dilakukan pembuatan bedengan sementara, yaitu dengan membentuk bedengan berukuran lebar 120 cm, tinggi bedengan 40 cm, lebar parit antar bedengan 50 cm. Di atas bedengan disebar pupuk dasar berupa pupuk kandang 5 kg m2, SP-36 7.5 g/tanaman, KC1 5 g/tanaman, dan ZA 26 g/tanaman, Dolomit 17.5 g/tanaman. 
- Pupuk diaduk dengan tanah secara merata dan bedengan dirapihkan, kemudian bedengan ditutup dengan mulsa plastik. Dua han sebelum tanam dibuat lubang tanam dengan j arak 50 cm x 60 cm.

2. Persemaian
Benih disemai dalam polybag semai dengan perbandingan media 1:1, satu bagian tanah, satu bagian pupuk kandang. Untuk benth cabai penyemaian 18 hari. Media semai yang tanah dan kompos bagian kompos dan digunakan adalah campuran dengan perbandingan 1:2, dua satu bagian tanah.

3. Penanaman
- Benih yang sudah menjadi bibit (sudah mempunyai daun 5 helai) kemudian ditanam, satu lubang tanam satu tanaman.
- Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari, agar tanaman muda tidak mati karena kepanasan.
- Saat penanaman juga ditancapkan turus atau ajir, agar tidak merusak perakaran tanaman apabila ditancapkan saat tanaman sudah lebih besar.
- Tanaman disiram setelah penanaman.

4. Pemeliharaan
- Penyiraman dilakukan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
- Pemupukan susulan, dilakukan setiap 2 dengan cara menaburkan pupuk NPK tanaman, kemudian disiram.
(tabel pemupukan susulan cabe rawit)
- Pengendalian hama dan penyakit dilakukan apabila sudah dianggap merugikan secara ekonomi
- Hama yang sering menyerang adalah thrips, aphids, ulat grayak, dan kutu daun.
- Penyakit yang sering menyerang adalah antraknosa, layu bakteri, busuk phytopthora, dan virus.
- Tanaman yang sudah tinggi, diikat dengan menggunakan tau pada turus, agar tidak roboh
dan dilakukan perempelan atau pewiwilan pada tunas air di bawah cabang .

5. Pemanenan
Panen dapat dilakukan pada saat cabai muda (hijau atau putih) dan tua (merah) tergantung kebutuhan pasar.
Panduan Singkat BUDIDAYA SAWI CHAISIM

Panduan Singkat BUDIDAYA SAWI CHAISIM

LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA SAWI CHAISIM

 1. PENYEMAIAN BENIH
- Kebutuhan benih 2-3 kg/ha
- Membuat tempat persemaian berupa bedengan dengan lebar 100 cm dan tinggi 1 5-20 cm, panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan benih.
- Taburkan pupuk kandang yang sudah matang pada bedengan persemaian sekitar 2 kg/m2.

Aduk rnerata pupuk kandang ke dalam tanah sambil menggemburkan permukaan bedengan.
- Buat alur penanaman melintang di bedengan, dengan jarak antara alur 8-10 cm dan kedalaman alur sekitar 1 cm.
- Tebar benih dengan kerapatan sekitar 5 benih per 1 cm panjang alur.
- Tutup alur pesemaian dengan media bedengan setebal 0,5 cm.
- Tutup permukaan bedengan dengan menggunakan karung goni atau daun pisang sekitar 2-3 hari sampai benih berkecambah.

2. PEMELIHARAAN PERSEMAIAN
- Siram persemaian secara rutin untuk menjaga kelembaban media.
- Pada umur 1 5 han, siram persemaian dengan larutan Agrobost dengan dosis 1 ml per liter air.
- Untuk mencegah penyakit dumping off, lakukan penyemprotan dengan fungisida Benlete dengan dosis 1 g/l air.

3. PERSIAPAN LAHAN
- Bersihkan lahan dan gulma dan tanaman sebelumnya.
- Lakukan pengapuran dolomite minimal 1 ton/ha, jika pH kurang dan 5,0.
- Buat bedengan sederhana terlebih dahulu dengan ukuran sebagai berikut:
Lebar bedengan: 100-120 cm
Lebar selokan/parit : 40-50 cm
Tinggi bedengan:18-20 cm

Lakukan pemupukan dasar dengan dosis standar, sebagai berikut:
JENIS PUPUK DOSIS /Ha
a. PupukKandang : 3 ton/Ha
b. Pupuk Urea : 100kg/Ha
c. Pupuk SP-36 : 150kg/Ha
d. Pupuk KCL : 75 g/Ha

Tebar pupuk kandang, seianjutnya aduk-aduk ke daiam tanah sambil menggemburkan bedengan. Campur ke tiga jenis pupuk kimia (Urea, SP-36, KCl) menjadi satu dan tebarkan secara merata di bedengan.
Sempurnakan bedengan dengan mengaduk-aduk tanah agar tercampur semua pupuk dengan merata.

4. PENANAMAN
- Bibit siap ditanam setelah berdaun sejati 2-4 helai (umur 18-20 HSS).
- Siram bibit di pesemaian agar basah untuk memudahkan pencabutan bibit beserta perakarannya.
- Pastikan sebelum penanaman kondisi tanah bedengan dalam keadaan basah, bukan becek.
- Tanam bibit dengan jarak 20x20 cm. Setiap lubang hanya diisi satu bibit saja.
- Lakukan penyiraman untuk membuat tanaman tidak terkena Iayu akibat kekeringan.
- Jumlah populasi sekitar 85.000/ha.

5. PEMELIHARAAN TANAMAN
- Penyulaman dilakukan sekitar 5-7 HST untuk tanaman yang bermasalah (mati).
- Pemupukan susulan dilakukan setelah tanaman berumur 10-15 HST. Pupuk yang digunakan adalah urea 200 kg/ha dan KCI 75 kg/ha. Campur kedua pupuk tersebut lalu aplikasikan dengan cara dialurkan diantara tanaman (jarak sekitar 10 cm).

6. SANITASI KEBUN
Lakukan penyiangan rumput/gulma disekitar tanaman termasuk di selokan.

7. PENGAIRAN
Lakukan penyiraman dengan teratur setiap hari, disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Penyiraman biasanya dilakukan dengan menggunakan gambor untuk menciptakan curahan air yang halus sehingga tanaman  tidak mudah rebah.

8. HAMA PENTING PADA CAISIM
- Ulat Tanah (Agrotis sp)
  Pencegahan bisa dilakukan dengan sanitasi kebun di semua areal tanaman. Dapat juga diberikan: insektisida Furadan 3G dan Curater 3G.
- Ulat Grayak (Spodoptera litura)
  Gejala : daun berlubang terutama daun muda. Pemberian insektisida antara lain: Buldok 25 EC, Decis 2,5 EC dan Proclaim 5 SG.

9. PENYAKIT PENTING PADA CAISIM
- Penyakit Busuk Daun (Phytopthora sp)
  Gejala: bercak basah cokelat kehitaman pada daun. Bentuk bercak tidak beraturan awalnya kecil lalu melebar. Umumnya terjadi pada musim penghujan dimana kelembaban udara terlalu tinggi.
  Pencegahan: dapat dilakukan dengan pengaturan jarak tanam yang agak renggang pada musim hujan (25x25 cm). Fungisida : Topsin M 70 Wp dan Bion M Wp.

- Penyakit Akar Gada (Plasmodiophora brassícae)
  Penyakit ini menyerang perakaran tanaman. Gejala : tampak layu pada siang hari, namun sebelumnya pada pagi han tanaman tampak segar. Jika dicabut tampak benjolan-benjolan pada akar tanaman. Pencegahan : dapat dilakukan dengan rotasi tanaman yang bukan family brassica.

10. PEMANENAN
- Panen dapat dilakukan pada umur 25-30 HST.



- Keringkan dengan cara diangin-anginkan sebelum diikat supaya batang tidak mudah patah.
Panduan Singkat BUDIDAYA JAGUNG MANIS

Panduan Singkat BUDIDAYA JAGUNG MANIS

LANGKAH-LANGKAH DAN CARA BUDIDAYA JAGUNG MANIS

1. PERSIAPAN LAHAN
Pengolahan lahan pertama dimulai 15 hari sebelum tanam, yaitu membalikkan atau membajak tanah, selama satu minggu tanah dibiarkan untuk memperbaiki aerasi & drainase tanah serta membunuh organisme tanah yang bisa mengganggu tanaman. 

Satu minggu kemudian dilakukan pengolahan kedua dengan meratakan tanah dan membentuk petakan-petakan penanaman dengan lebar 75 - 80 cm. Diantara petakan dibuat saluran air atau parit dengan lebar 35 cm. Pada tanah-tanah yang kurang subur di atas petakan-petakan penanaman disebar pupuk kandang 3 - 5 ton/ha, kemudian diaduk secara merata.

2. PENANAMAN
Penanaman dilakukan pada petakan-petakan yang telah dibentuk. Pada saat tanam, tanah harus lembab tetapi tidak becek, rekomendasi jarak tanam 75 cm x 25 cm.

Tanah ditugal dengan kedalaman 2 cm pada musim hujan dan 4 cm pada musim kering. Bila kondisi lahan optimum gembur, aerasinya dan drainasenya baik digunakan satu benih per lubang tanam, tetapi jika kondisi lahan kurang optimum digunakan 2 benih perlubang tanam. Untuk menghindari serangan serangga ditaburkan karbofuran di sekitar benih. Benih akan berkecambah 4 - 7 HSS. Pembumbunan dilakukan untuk memperkokoh batang, memperbaiki drainase dan mempermudah pengairan.

3. PEMUPUKAN
(Tabel Dosis Kebutuhan Pupuk Pada Jagung)
Keterangan : HSS = Hari Setelah Semai, Jarak Tanam 75 cm x 25 cm, populasi per ha = 50.000 tanaman.

4. PENJARANGAN
Dilakukan pada umur 2 - 3 minggu setelah tanam.Penyulaman dapat dilakukan pada umun satu minggu setelah tanam. Periode kritis persaingan tanaman dan gulma terjadi sejak tanam sampai sepertiga atau seperempat dan daur hidupnya. 


5. PENYIANGAN
Penyiangan pertama dilakukan pada umur 15 hari setelah tanam dan harus dijaga agar tidak merusak atau menggangu akar tanaman.

Penyiangan kedua dilakukan sekaligus pembumbunan pada waktu pemupukan kedua.

6. PEMANENAN


Tanaman jagung man is dapat dipanen pada umur 95 HSS. Pemeriksaan dapat dilakukan dengan melihat Iangsung kondisi tongkol atau dengan menekan Iangsung ibu jari biasanya berada pada sepertiga biji jagung.